(BBCIndonesia.com, 24 February 2007)
Tim nasional penanggulangan banjir lumpur Sidoarjo menurunkan rangkaian pertama bola beton ke alam kawah pusat semburan lumpur panas.
Satu rangkaian yang terdiri dari empat bola beton itu berhasil masuk sampai kedalaman antara 150 hingga 300 meter, namun usaha memasukkan serangkaian bola beton lainnya harus dihentikan untuk sementara, karena kabel kawat baja yang digunakan untuk mengikat bola terputus. Kini tim nasional memperbaiki kabel kawat baja yang terputus agar dapat memasukkan kembali bola beton sembari menunggu reaksi luapan lumpur dan laporan alat detektor yang di masukkan bersamaan dengan bola beton.
Mengurangi debit
Usaha memasukkan bola beton bertujuan untuk mengurangi debit lumpur yang keluar. Tim berencana menurunkan sekitar 1.500 bola beton, yang masing-masing berbobot sekitar 250kg. Beberapa ilmuwan mengatakan, sungai lumpur itu mungkin terbentuk akibat pemboran, tapi PT Lapindo Brantas menuding gempa bumi sebagai penyebabnya.
Lumpur panas mulai menyembur sekitar sembilan bulan lalu di kawasan pemboran di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Genangan lumpur itu kemudian mengubur pabrik dan ribuan rumah, serta memaksa belasan ribu warga mengungsi. Para pakar memperkirakan, semburan lumpur mungkin berlanjut selama beberapa bulan, bahkan beberapa tahun mendatang.
Pemerintah Indonesia telah berusaha menghentikan lumpur dengan membangun bendungan dan menyalurkan sebagian lumpur ke laut, namun sejauh ini hasilnya terbatas.
‘Kabel putus’
Tim geologis dan insinyur mengharapkan, rencana yang diyakini belum pernah dicoba sebelumnya, akan mengurangi jumlah lumpur yang mengalir dari lokasi itu hingga sekitar 70 persen.
Setiap ruas rantai sepanjang 1,5m digantungi empat bola beton. Dua dengan diameter 40cm dan dua lagi dengan diameter 20cm. Tim penanggulangan lumpur berencana untuk pelahan-pelahan menurunkan lima hingga 10 rantai pada hari pertama, Sabtu, dan kemudian menambah jumlahnya hingga mereka bisa menyisihpkan 50 rantai per hari.
Namun, proses itu dihentikan pada hari pertama operasi ketika kabel baja yang mengikat bola beton tadi patah, kata para pejabat seperti dilaporkan Pembantu BBC Donny Maulana dari Porong, Sidoarjo.
Beberapa ilmuwan independen yakin, semburan lumpur ini dipicu oleh pemboran oleh PT Lapindo Brantas. Penelitian lain memperkuat pernyataan PT Lapindo Brantas bahwa adalah bencana alam yang ditimbulkan oleh peningkatan kegiatan seismis menyusul gempa bumi kuat dua hari sebelum lumpur mulai mengalir.



Meskipun saya bukan engineer atau geologist yang ahli bidang ini, tetapi secara nalar umum bola – bola beton tersebut tidak akan mampu mengurangi atau pun meniadakan semburan lumpur. Kemungkinan yang terjadi, bola beton itu hanya mampu mengurangi jumlah debit lumpur yang keluar permenitnya. Bahkan, hal ini kemungkinan membawa side effect ke arah terjadinya distribusi tekanan lumpur dari bawah yang bisa saja membuat lubang semburan baru. Wallahualam.