Indonesians Resonance

Let Indonesians talk more about Indonesia development, and let its resonances break the lame development.

Memahami “Development”

 Development action tidak hanya dibutuhkan oleh negara yang sedang berkembang atau yang terbelakang, melainkan oleh semua negara “. Demikian kutipan simpulan Dudley Seers, seorang pakar ekonomi terkenal di era tahun 70an, dalam teorinya menyangkut development. Lebih lanjut, ia mempertegas bahwa apabila sebuah negara menghadapi salah satu ataupun keseluruhan dari masalah kemiskinan, pengangguran dan ketidaksamaan/ketidakadilan, maka negara tersebut membutuhkan development action meskipun income percapitanya melayang tinggi.

     Lain halnya dengan Brundlant pada tahun 1987 yang menyinggung definisi development dan menyadarkan kepada dunia akan pentingnya sustainable development. Di dalam laporannya yang juga dikenal sebagai Our Common Future disebutkan bahwa selayaknyalah pembangunan yang dilakukan adalah pembangunan berkelanjutan, yang tidak hanya mengutamakan sector ekonomi saja, melainkan juga mengutamakan sector lingkungan (termasuk sumber daya alam) dan kondisi masyarakatnya.

Pakar lainnya, pada era tahun 90-an, Amartya Sen juga memperkaya definisi development dengan memaparkan bahwa `development` dibutuhkan untuk mengurangi deprivation (sesuatu yang hilang). Deprivation dimaksudkan adalah hal – hal yang bermuara ke arah kemiskinan, termasuk kelaparan, iliterasi, kondisi kesehatan yang buruk, ketidakberdayaan, tidak memiliki hak suara, tidak aman, penghinaan, dan kurangnya aksess ke infrastruktur dasar.

Melalui Human Development Report tahun 1991, UNDP juga menyinggung tentang definisi development dengan menyebutkan bahwa sasaran mendasar dari human development adalah memperluas kesempatan bagi masyarakat untuk menentukan `pilihan` agar development yang dilakukan lebih democratic dan participatory. Lebih lanjut di jelaskan bahwa `pilihan` yang dimaksudkan adalah termasuk akses ke income, kesempatan kerja, pendidikan, kesehatan dan kondisi fisik lingkungan yang bersih dan aman dan keterlibatan masyarakat dalam pengambilan keputusan. Masyarakat dapat menikmati kebebasan dalam humanity, economic dan politic.

Tentunya, istilah `development` bukan hanya yang tertera di atas, namun kutipan definisi definisi tersebut setidaknya telah mengantar kepada pemahaman yang lebih mendalam bahwa pengertian `development` tidak terlepas dari multiaspek, baik itu aspek ekonomi, social, lingkungan dan bahkan politik sekalipun. Jika demikian, adakah negara di dunia ini yang benar – benar terbebas dari permasalahan multiaspek di atas? Apakah pantas Indonesia berkiblat ke salah satu negara maju dalam hal development?

 

Regards-Bang Jenal

Advertisements

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: