Indonesians Resonance

Let Indonesians talk more about Indonesia development, and let its resonances break the lame development.

Pembangunan Rumah Susun

(Presiden RI Website)

Jakarta: Pemerintah akan melakukan percepatan pembangunan rumah susun (rusun) di perkotaan, sebagai solusi untuk mempertahankan lingkungan yang baik, sekaligus untuk memenuhi kebutuhan dasar rakyat akan rumah. Hal itu dikatakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, hari Rabu (7/2) sore, usai memimpin rapat terbatas (ratas) bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla, di kantor Kementerian negara Perumahan Rakyat, Kebayoran, Jakarta Selatan.

Menurut Presiden, percepatan pembangunan rumah susun di perkotaaan dengan kategori kota besar dengah jumlah penduduk lebih dari 1,5 juta jiwa dan upaya menambah rumah sederhana sebagai bagian program pemerintah jangka menengah. “Lima tahun kedepan kita akan membangun 1000 tower atau setara 600 ribu unit. Pertimbangannya sangat jelas, kebutuhan akan rumah sederhana bagi rakyat berpenghasilan menengah ke bawah sangat diperlukan. Kemudian rusun di perkotaan adalah solusi untuk mempertahankan lingkungan yang baik, mengurangi biaya transportasi manakala letaknya dekat dengan tempat kerjanya, dan aspek – aspek lain yang sangat menguntungkan,” kata Presiden.

“ Pembangunan rusun sederhana ini juga sejalan dengan tujuan pembangunan kita, bahwa kita mengutamakan kebutuhan dasar rakyat, utamanya sandang dan papan. Kebijakan yang akan dilakukan adalah membangun rusun. Kita berikan insentif dan subsidi, kemudian rakyat bisa mendapatkan rumah dengan cara mengangsur pembeliannya. Selain itu ide membangun rusun ini untuk menkonsentrasikan perumahan – perumahan rakyat di lokasi yang tepat, mengurangi sebaran perumahan yang bisa berdampak kepada kemungkinan datangnya banjir,” ujar Presiden

Untuk itu Presiden mengharapkan kerjasama pemerintah pusat, pemerintah daerah, kalangan swasta dan seluruh masyarakat luas agar rumusan percepatan pembangunan rusun perkotaan segera diwujudkan. “Mengenai hal – hal teknis, seperti jumlah intensif, subsidi, lokasi, akan dijelaskan oleh Menpera, setelah semuanya defenitif dan itu nanti akan dijadikan kebijakan publik yang akan kita jalankan. Kemudian hal-hal yang harus kita konsultasikan dan kordinasikan dengan Dewan Perwakilan Rakyat akan kita lakukan, tetapi semangat kita sama, kita harus memberikan atensi dan kita harus memberikan kemudahan bagi rakyat terutama yang berpenghasilan rendah,” kata Presiden.

Beberapa menteri yang turut ratas di kantor Menegpera antara lain Menko Perekonomian Boediono, Menko Kesra Aburizal Bakrie, Mendagri M. Ma`ruf, Menteri PU Djoko Kirmanto, Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono, Meneg PAN Taufik Effendi, Menpera Yusuf Asyari, Seskab Sudi Silalahi, Kepala Bappenas Paskah Suzetta, Kepala BPN Joko Winoto, Gubernur DKI Sutiyoso dan Jubir Presiden Andi Mallarangeng

Advertisements

12 Comments»

  indonesiaplanner wrote @

Ketika disampaikan bahwa rumah tersebut untuk golongan menengah kebawah, ada insentif dan ada subsidi, maka muncullah pertanyaan, apa iya penerima rumah tersebut benar-benar orang yang berhak? Sebagaimana kasus rumah-rumah susun lainnya, terdapat sangat banyak “middle man” atau “makelar” yang ikut bermain. Karena memilki jaringan yang lebih baik dengan pihak pengelola dan memiliki modal, maka tidak jarang rumah tersebut di beli oleh mereka dan selanjutnya disewakan atau dijual kepada pihak lain dengan harga yang lebih mahal. Dengan kondisi seperti ini, pihak yang berhak kehilangan insentif dan subsidi yang dipromosikan oleh pemerintah, dan bahkan kemungkinan harganya menjadi sangat mahal mengingat rumah adalah suatu kebutuhan.

Pertanyaan lain, bagaimana nasib warga miskin yang sama sekali tidak mampu menyicil atau bahkan menyewa rumah? Mereka harus terusir dari rumah asal mereka akibat “penertiban action” dan hanya mendapatkan uang penggantian seadanya, yang jelas-jelas tidak cukup untuk melunaskan sebuah rumah pengganti.

Saya berangan-angan suatu saat kelak, dibangunlah suatu perumahan di kawasan asri nan indah yang dilengkapi dengan complete services and maintenance system, dimana orang – orang miskin Indonesialah yang tinggal di dalamnya. Biaya penyewaan rumah ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah. Jika hal ini terbantahkan dengan alasan kekurangan funds, ya sebaiknya pemerintah berhenti saja menjadi penguasa. Siapa yang memungkiri kekayaan alam Indonesia?, siapa yang memungkiri sifat gotong-royong bangsa kita?, siapa yang memungkiri kehandalan manusia Indonesia?. Kita memiliki sumber daya alam yang luar biasa banyaknya, kita memiliki social capital yang luar biasa mengakarnya, dan kita memiliki human capital yang baik deri segi quality maupun quantitinya. Kurang apa lagi sih…..

  Bang Bemo wrote @

Memang bnayak tantangan bagi kalangan miskin untuk memiliki rumah yang layak. mungkin perlu suatu gerakan “upgrading” dari kampung kumuh pingir kali ,pingir rel kereta api dsb. Agar bisa lebih manusiawi dan layak huni bahkan bisa digolongkan nantinya menjadi kampung yang asri. Maka Pendampingan para arsitek, planner , mahasiswa atau siapa yang pro-rakyat miskin perlu disini. Mungkin perlu kalau memang sudah layak “pemerintah bisa melegalisasi” keberadaan kampung-kampung tersebut. Saya melihat gerakan ini sudah dilakukan oleh kawan-kawan di yogya (alm . “Mangun wijaya”). Kayaknya perlu disosialisasikan di kota-kota besar.
salam bang Bemo

  Dino Rajaguguk wrote @

Memang rakyat kecil makin sengsara saja… mereka yang berkeinginan memiliki rumah saja sangat sulit… kalaupun memiliki rumah mereka terpinggirkan ke pinggiran kota Jakarta padahal mereka harus menempuh 1-2 jam perjalanan berangkat dan pulang kerja. Kita tunggu Gebrakan 1000 tower rumah susun yang dicanangkan pemerintah mudah-mudahan rencana tersebut berjalan tepat mengena sasaran yang diharapkan. contoh sepele di rumah susun Kemyoran “mengapa banyak orang-orang kaya yang tinggal di daerah tersebut, mereka punya mobil lebih dari 1 buah tapi, tinggal dirumah susun yang seharusnya ditinggali rakyat miskin…kepada Pak Presiden apakah hal tersebut mengena sasaran yang Bapak maksud terima kasih Mohon Perhatian Pa..

  Regawa P. wrote @

Sudah jelas dan terbukti dalam beberapa bulan ini tower-tower rusunami ludes terjual, ternyata pembeli rusunami ini adalah investor-investor kelas kecil (age range 25-35).. executive level workers.
Pemerintah sekali lagi gagal dalam ‘niat baik’nya memberikan hunian murah terjangkau bagi rakyat kecil.
Investor-investor ini, menurut saya, juga tetap akan dirugikan di masa depan, karena jumlah yang demikian banyak mengakibatkan persaingan yg terlalu ketat untuk menyewakan kembali maupun menjual lagi property-nya. Mereka akan menyaksikan ‘investasinya’ berubah menjuadi unit apartemen yg kosong dan tidak terhuni. wasted investments.

Yang paling tersenyum lebar?.. tentu saja developer 🙂

  ersa wrote @

bagaimana kalau rumah susun semuanya dibuat eskalator

  pepenk wrote @

nocoment

  muliaaww wrote @

cuma numpang coment .
ga jelas beedddzz siihh ?!

  Vania wrote @

Kalau mau rumah susun layak diterima masyarakat, jaga kebersihannya dong.

  mozza wrote @

rumah susun biar menarik di buat bernuansa apartemen.sederhana tapi indah dan bersih.

  kiki wrote @

ko ga bisa dicopy ya?

  gery wrote @

peraturan terbaru yang menjadi landasan dari pembangunan 1000 menara rumah susun ni pa?

  знакомства wrote @

Hi there, You have done a fantastic job. I will certainly digg it and personally suggest to my friends. I’m confident they will be benefited from this site.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: